Plastc berdiri pada tahun 2014. Ketika itu, mereka berjanji akan meluncurkan sebuah kartu yang dapat menyimpan data dari 20 kartu kredit dan kartu debit yang pengguna bisa gunakan secara bergantian.

Perusahaan itu berhasil mendapatkan dana lebih dari USD 9 juta (Rp120 miliar) melalui pre-order.  Tanpa mengirimkan 1 pun produk, Plastic menyatakan bahwa mereka berencana untuk menyatakan kebangkrutan. Itu artinya, semua uang yang telah mereka kumpulkan akan hangus dan Plastc tidak akan meluncurkan produk mereka.

Plastic mengumumkan hal ini melalui situs mereka. Selain itu, mereka juga mengumumkan bahwa para pegawainya telah dirumahkan.

Channel media sosial dan customer care mereka juga telah ditutup.  Tim Plastic menuliskan bahwa mereka “kecewa dan meski kami tahu betapa mengecewakannya hal ini untuk Anda, kami ingin para pendukung kami tahu bahwa kami telah melakukan semua yang kami bisa untuk merealisasikan Plastc Card.”

Plastc menjelaskan, mereka pikir mereka akan mendapatkan pendanaan sebesar USD3.5 juta (Rp46,6 miliar) pada bulan Ferbruari lalu. Namun, mereka gagal mendapatkan pendanaan itu. Pendanaan potensial lain senilai USD6.75 juta (Rp90 miliar) juga gagal mereka dapatkan.

Meskipun begitu, Plastic tidak menjelaskan bagaimana dana lebih dari USD9 juta tidak cukup untuk memenuhi pesanan para pendukungnya. Kemungkinan, orang-orang yang telah terlanjut memesan produk Plastic akan ingin uang mereka dikembalikan.

Advertisements