Apakah kamu suka meminum susu? Atau kamu berpikir bahwa susu hanya dibutuhkan pada masa pertumbuhan? Faktanya kamu membutuhkan susu sejak lahir hingga usia kamu sekarang. Mengapa? Simak fakta dan mitos mengenai susu yang perlu kamu tahu di ulasan berikut ini.

Apa saja mitos mengenai susu yang sering disalahpahami?

Sejak kamu lahir sampai usia 2 tahun, kamu diberikan ASI. Seiring bertambahnya usia, ASI digantikan oleh susu sapi. Menurut ahli gizi, susu perlu dikonsumsi untuk banyak alasan kesehatan, kamu diharuskan meminum susu minimal 1 gelas per hari. Untuk hasil optimal, bahkan kamu disarankan mengonsumsi 3 gelas susu dalam satu hari.

Sayangnya, banyak dari kamu yang masih menganggap bahwa susu sapi hanya untuk anak dalam masa pertumbuhan dan sering dianggap menjadi penyebab obesitas. Apa saja mitos mengenai susu yang membuat kamu ragu untuk minum susu?

1. Mitos: Susu hanya untuk anak dalam masa pertumbuhan

Semakin kamu dewasa, kadar susu yang dibutuhkan oleh tubuh justru semakin besar. Jika saat bayi kamu mungkin membutuhkan hanya sekitar 500 cc susu per hari, ketika dewasa jumlah ini pun meningkat menjadi 1.000 hingga 1.200 cc per hari. Mitos ini muncul karena susu memang memiliki peran yang besar dalam masa pertumbuhan, namun bukan berarti hanya anak-anak saja yang perlu mengonsumsi susu.

2. Mitos: Fungsi susu adalah untuk menguatkan tulang

Hal ini memang tidak sepenuhnya salah, karena kandungan vitamin D dan kalsium dalam susu berfungsi untuk menguatkan gigi dan tulang, sehingga kamu terhindar dari osteoporosis.

Namun, susu bukan hanya untuk tulang saja. Di dalam susu juga terkandung vitamin A yang baik untuk kulit dan mata, serta vitamin B yang membantu pengolahan makanan dalam tubuh, mencegah anemia, dan meningkatkan fungsi otak. Selain itu, kalsium dalam susu tidak hanya berperan untuk menguatkan gigi dan tulang, namun juga kesehatan otot, terutama otot jantung, untuk menghindari kram jantung.

Susu pun memiliki 9 protein paling lengkap dibandingkan sumber lainnya sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah alergi.

3. Mitos: Saat sedang hamil, penting untuk minum susu bubuk khusus ibu hamil

Berbeda dengan susu murni, susu bubuk sudah mengalami proses yang panjang. Kandungan nutrisi lebih di dalamnya pun merupakan zat tambahan dan bukan berasal dari susu murni. Susu sapi segar dengan proses yang lebih singkat akan memiliki kandungan gizi yang lebih lengkap bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Lagi pula, banyak produk yang justru membuat ibu menjadi gemuk, padahal pertumbuhan janinlah yang perlu diperhatikan saat mengandung. Pilihlah susu sapi segar dibandingkan susu bubuk untuk ibu hamil.

Tapi ingat, saat hamil, selalu pilih susu segar yang sudah dipasteurisasi, dan bukan susu segar “mentah” langsung dari sapi, karena tanpa proses pasteurisasi susu mungkin masih mengandung bakteri yang berbahaya bagi janin.

4. Mitos: Minum susu bikin gemuk

Susu justru baik untuk membantu proses diet karena dapat membantu kamu untuk mencegah naiknya berat badan. Selain itu, saat diet ada kemungkinan banyak nutrisi yang tidak masuk ke dalam tubuh. Susulah yang dapat menggantikan nutrisi tersebut sehingga Anda tetap bertenaga saat menjalani program diet.

Selain itu, susu juga berfungsi untuk menambah protein dan tenaga, baik sebelum dan sesudah berolahraga. Risiko tulang keropos saat menjalani diet pun tidak akan terjadi jika kamu mengonsumsi susu setiap hari.

Advertisements