Liburan masa kini memang bukan hanya menjadi pengisi waktu luar namun juga menjadi salah satu gaya hidup.

Banyak orang yang rela menyisihkan banyak uang mereka hanya untuk menjelajahi satu tempat yang belum pernah mereka injak. Namun tidak dengan pria asal Inggris ini.

Pria ini justru nekat melakukan banyak hal hanya untuk mengunjungi daerah paling berbahaya di dunia.

Bukan di Disneyland, Dylan Harris justru memilih berlibur di zona bencara nuklir Chernobyl hingga Korea Utara.

7.jpg

Dylan yang berbasis di Menchester ini mendirikan sebuah agensi traveler bernama Lupine Travel untuk mengunjungi daerah berbahaya yang bahkan dijauhi oleh dunia.

Perusahaan ini menawarkan 6 hari berlibur ke Sudan dengan biaya 645 pounsterling atau setara Rp 10 juta per orang.

Agensi travel yang dikelola Dylan ini menyelenggarakan sedikitnya 50 kali tur dalam setahun.

8.jpg

Dia bahkan bisa memastikan kliennya benar-benar aman sebelum berpergian.

“Selama tur, saya benar-benar yakin atas keselamatan mereka dan tidak ada kekhawatiran apapun,” tuturnya.

Dibutuhkan waktu yang lama untuk mencari rute dan jadwal bersama para traveller hingga memastikan mereka aman.

“Selama perjalanan penelitian, saya telah ditangkap dan dijebloskan di penjara, diadili, transportasi saya disregap, hingga berlindung di Kedutaan Besar Inggris serta banyak lagi,” tambahnya.

9.jpg

Sebelum membawa kliennya, Dylan terlebih dahulu akan pergi dan melalui semua hal serta memastikan tempat tersebut cukup aman untuk wisatawan.

Afganistan menjadi daftar utamanya karena memiliki pemandangan yang menakjubkan serta sejarah yang unik. Berkat keberaniannya ini, bisnis yang dilakoninya tersebut kian lama kian meningkat.

10.jpg

Menurutnya, wisata yang dia jual ini menjadi tawaran baru wisatawan yang ingin melakukan perjalanan traveling berbeda dan menantang adrenalin.

Kamu pasti tak bisa bayangkan, berlibur di Liberia yang penuh dengan puing-piung barang bekas, atau bangunan bekas ledakan nuklir yang penuh dengan masker gas yang sangat beracun.

11.jpg

Advertisements