Berbicara mengenai street art, pasti sebagian besar dari kita langsung berpikir tentang mural, grafiti, atau vandalisme. Padahal, tidak semua street art adalah bentuk vandalisme lho. Bisa jadi para seniman jalanan memang menuangkan kreatifitasnya untuk memperindah sudut kota yang terbengkalai.

Meski demikian, tidak dipungkiri lagi, bahwa kebanyakan street art mengusung unsur kritik sosial. Hal ini dapat dengan bebas dilakukan oleh para seniman jalanan karena tidak terikat dengan peraturan atau kontrak tertentu. Lalu bagaimana jadinya bila street art yang dibuat menyatu dengan alam?

2.jpg

Jimi Hendrix adalah musisi yang sering dijadikan mural. Gitaris rok asal Amerika ini memang cukup kontroversial karena meninggal di usia yang masih sangat muda. Meskipun demikian, bakat pria kelahiran 1942 ini tidak bisa diremehkan.

3.jpg

Sebagian netizen setuju bahwa dengan menambahkan googly eyes atau mata boneka di suatu benda, akan menambah tingkat kelucuan benda tersebut. Dugaan ini tidak salah, sebab pohon ini menjadi terlihat lebih hidup dan lucu dengan googly eyes.

4

Untuk karya yang satu ini terlihat sangat alami dan penuh makna, seolah-olah tangan yang muncul dari dalam tanah tersebut mengandung sebuah kehidupan yaitu pohon.

5.jpg

Diperlukan perencanaan dan eksekusi yang matang untuk membuat mural setinggi gedung seperti ini, apalagi konsep yang digunakan juga menggelitik isu sosial.

6.jpg

Yang perlu diapresiasi dari karya para seniman jalanan ini adalah kejelian ketika melihat situasi dan tempat yang akan dibuatkan mural. Seperti mural Popeye ini, hanya orang jeli dan kreatif yang dapat memikirkan ide seperti ini.

7.jpg

Atau ide kreatif dengan mengubah pohon menjadi rambut seorang wanita. Sederhana tapi dieksekusi dengan baik, hasilnya exceeds expectation.

8.jpg

Siapa yang bisa mempunyai gagasan bahwa deretan bunga berwarna indah ini bisa dijadikan street art yang tidak kalah menarik.

9.jpg

Apalagi street art yang satu ini.

Advertisements