Seorang pembantu rumah tangga (PRT) atau yang sedang kekinian derajat penyebutannya yang naik menjadi asisten rumah tangga (ART), ternyata tidak selalu dihargai sebagai seorang profesional dan berperan penting. Tidak sedikit dari mereka yang justru mendapat perlakuan semena-mena dari majikan.

Petaka yang didapat Mildred Nilo Ladia, wanita asal Filipina, misalnya, menambah panjang deretan kisah sedih seorang PRT.

Ladia, seperti dilansir South China Morning Post, Jumat (7/4/2017), yang bekerja kepada seorang majikan di Hong Kong, Tiongkok, dituduh mencuri barang oleh majikannya.

Dia lantas diperkarakan secara hukum oleh majikan, sehingga mendapat denda sebesar HK$ 800 atau setara dengan Rp 1,3 juta. Selain itu, karena diperkarakan, dia terancam tidak lagi bisa bekerja di negeri tersebut.

Padahal, wanita berusia 40 tahun itu dituduh mencuri barang lantaran hanya tidak sengaja memakan bakso milik majikan. Bakso itu hanya seharga HK$ 100 atau Rp170 ribu.

“Ladia sangat sedih dan merasa bersalah. Tapi, dia tetap kukuh mengatakan memakan bakso itu bukanlah suatu bentuk pencurian. Kini dia mengkhawatirkan tidak lagi mendapat pekerjaan di Hong Kong,” tutur Theresa Low, kuasa hukum Ladia.

Theresa menuturkan, Ladia depresi karena terancam tidak bisa lagi bekerja di Hong Kong. Padahal, dia adalah orangtua tunggal bagi 3 buah hatinya di Filipina.

Dia mengungkapkan, sudah berupaya mengajukan permohonan kepada Jason Wan Siu-ming, hakim yang menangani kasus kliennya.

“Namun, di sini, kasus pelanggaran kepercayaan bukan kasus pidana ringan. Hakim Jason menegaskan, tidak ada keringanan hukuman karena itu bisa mencederai terdakwa-terdakwa sebelumnya dalam kasus yang sama. Hakim mengatakan, beruntung Ladia tak mendapat hukuman penjara,” tandasnya.

Advertisements