Format debat tidak resmi yang disiarkan langsung di Kompas TV yang sejatinya menghadirkan pasangan calon nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, dan pasangan calon nomor 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, terpaksa harus diubah. Hingga waktu dimulainya acara pada pukul 19.00 WIB, baik Anies dan Sandi tidak hadir ke lokasi.

“Rencana tidak berlangsung sesuai rencana. Kami bahkan sudah berpikir untuk merubah format menjadi debat Cawagub saja, namun hingga siang tadi kami dapat konfirmasi paslon 3 tidak dapat hadir,” ujar Rosiana Silalahi selaku pemandu acara pada pembukaan acara di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Minggu (2/4).

Acara yang semula direncanakan sebagai ajang debat kandidat Pilgub DKI Jakarta, terpaksa diubah. Rosiana menjadikan acara yang disiarkan secara langsung itu talkshow untuk pasangan calon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Namun pernyataan yang berbeda keluar dari Timses Anies-Sandi. Menurut mereka, baik Anies atau Sandiaga tidak pernah mengkonfirmasi akan hadir dalam acara tersebut. Undangan dari pihak penyelenggara acara pun belum dibalas hingga malam ini.

Berikut jawaban resmi dari Timses Anies-Sandi perihal tidak datangnya mereka dalam debat yang diselenggarakan Kompas TV :

Tentang Ketidakhadiran Bang Sandi dalam Acara Rosi

1. Sampai detik terakhir, acara “Rosi dan Kandidat Gubernur” (untuk selanjutnya disebut “acara Rosi”) tidak pernah mendapatkan jawaban dari Tim Anies-Sandi tetapi acara Rosi secara sepihak terus mengiklankan acara debat.

2. Pada saat acara Rosi sudah dikabari pada 27/3/2017 bahwa yang hadir adalah calon Wakil Gubernur (karena Cagub seminggu sebelumnya sudah ada acara debat di TV lain), acara itu masih terus diiklankan sebagai “Pertama Kali Kedua Pasangan Calon Bertemu dalam Putaran Kedua”. Ini jelas sebuah pengabaran yang tidak sesuai fakta. Pengiklanan oleh Acara Rosi yg tidak benar itu menjadi catatan khusus bagi tim Anies-Sandi. Terlihat bahwa Acara Rosi tidak taat etika.

3. Disamping itu, tim Anies-Sandi menegaskan bahwa talkshow harus fokus pada adu gagasan, bukan adu sorak antar pendukung. Kami ingin dialog antar calon di TV bukan untuk memperuncing suasana tapi menjadi kesempatan untuk mendiskusikan program. Karena itu Tim Anies-Sandi meminta bahwa acara cukup dihadiri 30-50 undangan non pendukung paslon. Acara Rosi menolak permintaan tentang undangan terbatas itu dan menegaskan akan jalan terus, meskipun Kami sudah sampaikan resikonya adalah Bang Sandi tidak bisa hadir.

4. Di sini, bahkan di saat sudah jelas tidak ada kesepakatan dan Bang Sandi jelas tidak hadir, Acara Rosi pun tetap saja mengiklankan bahwa dua pasang calon akan hadir. Sesuatu yang tidak seharusnya terjadi.

5. Menanggapi juru bicara Tim Basuki-Djarot, Anies-Sandi, baik sebagai pasangan maupun sendiri-sendiri, tidak pernah memiliki trauma terhadap debat. Bahkan sekitar seminggu sebelum ini, Anies sekali lagi membuktikan dominasinya terhadap Basuki yang konon kekalahannya di debat itu disebabkan semata-mata karena beliau sedang sakit gusi.

Jakarta, Minggu 2 April

ANIES-SANDI MEDIA CENTER2017

Advertisements