Berbagai cara dilakukan oleh tim kampanye Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk menjaring massa pendukungnya di Pilgub DKI Jakarta 2017. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial dan membuat program membalas cuitan yang menyerang paslon nomor urut 3 itu.

Cagub Anies Baswedan pun mengakui, kampanye membalas tweet jahat-pun terbilang efektif untuk merespons berbagai sindiran di media sosial.

“Alhamdulillah itu cukup efektif dengan suasana yang tegang, karena banyak ungkapan-ungkapan yang jahat tapi kita meresponnya dengan rileks,” kata Anies saat ditemui di Pasar Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara, Minggu (2/4).

Lewat program itu, Anies mengingatkan bahwa masih ada kehidupan setelah Hari pencoblosan 19 April nanti. “Makanya kita sampaikan masih ada kehidupan selepas 19 April dan jaga pertemanan jaga persahabatan,” ujar Anies.

Anies optimis bersama Sandiaga, bisa memenangkan kursi DKI 1 di pemilihan putaran ke-2 nanti. Sebab, paslon yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS ini tidak hanya menawarkan pengentasan kemiskinan dan program pendidikan saja. Melainkan juga akan merangkul semua kelompok masyarakat di Jakarta yang heterogen.

“Yang tidak kalah penting, kita akan merangkul. Gubernur adalah gubernurnya semua masyarakat bukan gubernur sekelompok orang,” ungkap Anies.

Saat ini kata dia, polarisasi dan tensi politik di Jakarta cukup tinggi sehingga dibutuhkan pihak yang merangkul semua golongan.

“Kita tahu selama ini polarisasi-nya cukup tajam tapi komitmen kita merangkul semua, menjangkau semua bukan sekelompok orang saja. Alhamdulillah kami sudah mulai berdialog dengan yang di kanan kiri atas bawah,” pungkasnya

Advertisements