Pemerintah Malaysia menyetujui pertukaran jenazah Kim Jong Nam dengan 9 warga Malaysia yang tertahan di Korea Utara. Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak pada Kamis 29 Maret 2017, mengatakan bahwa pertukaran itu merupakan hasil negosiasi dengan Korea Utara.

Pasca pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un di Bandara Malaysia, hubungan kedua negara itu memburuk, sehingga keduanya menarik masing-masing duta besarnya.

Korea Utara memblokir 9 warga negara Malaysia yang hendak meninggalkan negara itu. Selanjutnya, Malaysia membalas dengan membatasi warga Korea Utara untuk keluar dari wilayahnya, termasuk 3 tersangka yang diyakini bersembunyi di Kedutaan Korea Utara.

Najib mengatakan, pihaknya telah melakukan negoisasi sangat sengit dengan Korea Utara. Sembilan warga negara Malaysia itu akan dilepaskan jika Malaysia melepaskan jasad Kim Jong Nam ke Korea Utara. Najib juga mengatakan jika tidak memungkiri Malaysia akan mengizinkan warga Korea Utara meninggalkan wilayahnya.

Namun hingga kamis, Najib belum memberikan pernyataan terkait dengan keberadaan jasad Kim Jong Nam. Meski sebelumnya sebuah van terlihat meninggalkan kamar mayat tempat tubuh Kim Jong Nam ditahan. Penjagaan polisi di tempat itu juga telah dihilangkan.

“Setelah selesai melakukan otopsi pada almarhum dan menerima surat dari keluarganya, untuk meminta sisa-sisa dikembalikan ke Korea Utara, petugas koroner telah menyetujui pelepasan tubuh,” kata Najib.

Korean Central News Agency mengkonfirmasi adanya perjanjian tersebut. Kedua negara berjanji untuk menjamin keselamatan dan keamanan warga negara masing-masing. Selain itu, Malaysia juga telah setuju untuk melepas tubuh Kim Jong Nam kepada keluarga di Korea Utara. Namun, pemerintah Korea Utara tidak dapat dihubungi untuk keterangan lebih lanjut.

Advertisements