Mantan pembalap MotoGP era 500cc, Marco Luchinelli, menuding bahwa kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati semata mata hanya untuk mendapatkan gaji yang lebih besar. Luchinelli menilai bahwa kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati memiliki motivasi yang berbeda dengan Valentino Rossi saat memutuskan untuk hijrah ke pabrikan asal Italia tersebut pada tahun 2011.

“Saya selalu memperhatikan setiap pembalap yang akhirnya memilih untuk bergabung dengan Ducati. Valentino Rossi hijrah dari Yamaha karena dia tidak memiliki pilihan lain setelah diasingkan di sana,” ujar Luchinelli.

“Sejauh ini, semua pembalap memilih bergabung dengan Ducati karena faktor uang. Lorenzo ada di sana karena mereka memberinya gaji yang fantastis,” sambungnya.

Jorge Lorenzo memang dibakarkan menerima gaji yang fantastis dari Ducati yang mencapai 25 juta Euro atau setara dengan Rp 357 miliar untuk 2 musim. Nominal tersebut jauh lebih besar daripada yang diterima pembalap asal Spanyol tersebut di Movistar Yamaha yang hanya mencapai 10 juta Euro atau Rp 143 miliar per tahun.

Ini bukan pertama kalinya Jorge Lorenzo dituding sebagai pebalap yang mata duitan. Selain Luchinelli, mantan pebalap MotoGP, Chris Vermeulen dan Andrea Dovizioso juga sempat melontarkan komentar yang serupa. Namun, Jorge Lorenzo membantah semua tudingan itu dan keputusannya hengkang ke Ducati murni karena ingin menjawab tantangan untuk bisa menjadi juara dunia bersama pabrikan yang berbeda.

Pada balapan debutnya bersama Ducati, Jorge Lorenzo harus menelan pil pahit setelah finish di posisi ke-11 pada MotoGP Qatar di Sirkuit Losail, Senin (27/3/2017) dini hari WIB. Kecepatan Jorge Lorenzo jauh di belakang rekan setimnya, Andrea Dovizioso, yang menyudahi balapan di urutan kedua, tepat di belakang sang kampiun, Maverick Vinales.

Advertisements