Samsung baru saja meluncurkan ponsel Samsung Galaxy S8 dan S8+ di New York, yang disiarkan secara live-streaming, Selasa waktu setempat. Salah satu kelebihan smartphone baru ini adalah bisa menjadi pendamping komputer desktop.

Samsung menyediakan alat tambahan untuk ponsel ini, yakni DeX, kependekan dari ‘Desktop Experience.” Ini adalah dock yang jika ditutup tampak seperti bola hoki . Penutupnya digeser ke belakang dan keatas, dan ponsel bisa diberdirikan di dalamnya.

Dock terhubung ke layar HD via HDMI dan ke tetikus dan keyboard melalui USB atau Bluetooth. Ada juga adaptor Ethernet.

Untuk mulai menggunakan desktop dengan ponsel, cukup membuka ponsel. Kombinasi ini tidak serta merta menghubungkan Samsung TouchWiz di layar besar, tapi mengubah Android menjadi ramah-tetikus, tampil dalam layar lebar. Alat itu meningkatkan performa hubungan ponsel-desktop itu, mulau resolusi sampai layout, juga mengoptimalkan tampilan desktop, termasuk App Tray, Setting, dan Notifikasi.

Pada dasarnya, sistem ini akan bekerja seperti desktop, merespon keyboard shortcuts seperti Ctrl+C dan klik kanan di tetikus untuk mengakses menu kontekstual.

26.jpg

Samsung bekerjasama dengan Adobe dan Microsoft untuk mengoptimalkan versi Android aplikasi mereka untuk di desktop. Seluruh isi Microsoft Office seperti Word, Excel, dan PowerPoint, dapat tertukar untuk aplikasi yang berjalan di desktop Windows.

Aplikasi aplikasi yang belum dioptimalkan untuk DeX dock, yang dimana cukup banyak, akan tetap bekerja, tapi turun versi dan kemungkinan tidak akan bisa mengimbangi.

DeX dock juga akan mendukung sistem multitasking yang sudah tersedia di Samsung Mobile Devices.

Tapi DeX punya 1 trik: Windows 10. Samsung bekerjasama dengan Citrix dan VMware untuk menghubungkan virtualization tools ke Galaxy S8 dan ponsel S8+ . Artinya, DeX dock dapat membiarkan versi virtual dari Windows 10 berjalan sembari mengakses Android subsystem.

Selama demo singkat kami, kami melihat secara langsung Windows 10 desktop dengan sistem Android beroperasi di belakangnya. Juga ada demo Word dan Adobe photo-editing berjalan di versi desktop Android.

Sayangnya, DeX dock hanya dapat bekerja dengan Samsung Galaxy S8 dan S8+. Alat ini akan dihargai US$ 149 dolar (Rp 1,9 juta) untuk versi standar dan US$ 159 (Rp 2,1 juta) untuk fast –charge base.

Advertisements