Sebuah kejadian unik terjadi di Inggris. Seorang pemilik Ferrari 458 menuntut pemerintah kota Peterborough, Inggris setelah supercar miliknya menghantam lubang di jalan dan dia berhasil memenangkannya.

Lubang tersebut tampaknya memang cukup parah. Pasalnya, airbag di sisi penumpang sampai menggembung keluar saat lubang tersebut tidak sengaja dilibas, velg alloy penyok dan suspensinya juga harus diperbaiki.

Total biaya perbaikan mencapai 9.000 pound sterling (Rp149,15 juta).

Scott Nicholas, nama pemilik Ferrari tersebut, pun sangat kesal. Insiden tersebut terjadi pada Mei tahun lalu dan dia mengajukan tuntutan ganti rugi 10 ribu pound sterling (Rp165,7 juta) kepada pemerintah kota.

Proses pengadilan berlangsung hingga Maret 2017. Tetapi, proses panjang itu berakhir manis untuk Nicholas karena ia memenangkannya.

Uang tersebut akan diterimanya dalam 3 pekan. Uang tersebut ngakunya, akan disumbangkan untuk amal.

“Ini sama sekali bukan soal uang. Ini soal prinsip,” kata Nicholas.

Menurut dia, 458 miliknya merupakan harga diri dan kebanggannya, yang tidak setiap hari dibawa ke jalan.

“Selama pengadilan, saya merasa pemerintah kota bersikap buruk. Mereka melakukan apa saja agar lepas dari kewajiban membayar. Mereka bahkan mengatakan sebuah supercar tak seharusnya berada di jalan,” sambungnya.

Juru bicara pemerintah kota Peterborough sendiri mengungkapkan bahwa itulah ganti rugi terbesar yang mereka harus bayar sejauh ini. Di samping itu, mereka mengklaim telah memperbaiki 6.000 lubang sepanjang 2016.

Advertisements