Salah satu aktivitas rutin yang menyebalkan bagi para pemilik ponsel pintar adalah ‘nge-charge’, cenderung tidak rela jika harus membiarkan smartphone nganggur.

Aktivitas ini sebenarnya mudah saja, tinggal colok dan tinggalkan. Namun, sejak lama telah muncul berbagai mitos ketika lagi ngecas HP, mulai dari menyebabkan smartphone rusak, hingga lebih mengerikan yakni meledak.

Mau tau benar atau salah? Inilah Mitos dan Fakta dari nge-charge smartphone:

1. Tidak Boleh Nge-charge Semalaman

12.jpg

Namanya juga smartphone. Smartphone ini tahu kapab harus berhenti mengisi daya ketika baterai sudah penuh. Jadi, jangan sungkan untuk tinggalkan smartphone untuk ngecas semalaman, tidak akan overcharging.

2. Baterai Punya Ingatan

13.jpg

Kamu mungkin pernah mendengar saran agar rutin menghabiskan seluruh kapasitas baterai dan kemudian mengisinya secara penuh agar smartphone ingat dengan kapasitas aslinya. Ada juga saran untuk tidak mengisi baterai sebelum kosong.

Mitos ini sebenarnya salah, karena siklus pengisian seperti itu tidak mempengaruhi kinerja baterai. Sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis juga tidak akan merusaknya.

Efek ingatan alias memory effect memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tetapi baterai Lithium Ion modern yang saat ini banyak digunakan pada smartphone sudah terbesar dari kelemahan tersebut.

3. Jangan Menggunakan Smartphone Pada Saat Lagi Ngecas

14.jpg

Beberapa orang mengatakan bahwa menggunakan smartphone saat sedang tersambung ke charger dapat membuat smartphone meledak, terbakar, atau menyetrum kamu. Padahal, asalkan kamu menggunakan charger original dan kondisinya bagus, itu akan aman.

Itu tidak akan berpengaruh buruk pada baterai dan pengguna. Entah digunakan atau tidak, baterai smartphone akan terisi seperti yang seharusnya.

4. Harus Memakai Charger Bawaan

15.jpg

Beberapa charger di pasaran memiliki kualitas buruk yang bisa berbahaya buat smartphone dan pengguna. Namun, bukan berarti kamu tidak boleh memakai charger lain untuk mengisi baterai smartphone.

Charger USB mana pun bisa dipakai, asalkan bukan yang abal-abal. Hanya saja, kinerjanya akan berbeda-beda. Charger yang mampu menyalurkan arus 2 Ampere, tentu bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan dengan charger 1 Ampere.

Selain itu, kemampuan khusus seperti fast charging yang ada di smartphone juga hanya bisa digunakan apabila smartphone diisi dengan charger bawaan saja.

5. Task Manager Bisa Membuat Charge Lebih Cepat dan Hemat Baterai

16.jpg

Konon katanya, menggunakan task manager dan mengakhiri aplikasi yang sedang berjalan akan membuat baterai smartphone terisi lebih cepat pada saat charging dan juga bisa menghemat baterai. Namun, itu tidak benar.

Kalau kamu menggunakan Android pada tahun 2009, mungkin iya bahwa task manager dapat membuat Android berjalan lebih lancar. Saat itu, Android belum secanggih sekarang dan spesifikasi hardware smartphone belum sekuat sekarang ini.

Sekarang OS Android sangat cerdas, percaya atau tidak, kamu tidak perlu menggunakan task manager pihak ketiga sekarang.

6. Menonaktifkan Konektivitas WiFi, Bluuetooth, dan GPS Dapat Menghemat Baterai

17.jpg

Banyak yang beranggapan bahwa konektivitas WiFi, Blueetooh, dan GPS itu seperti vampire yang menyedot baterai smartphone secara rakus. Ternyata ini juga tidak benar, menonaktifkan konektivitas juga tidak akan memperpanjang daya tahan baterai smartphone kamu secara signifikan.

Tentu akan ada sedikit dampak jika kamu menggunakan mode pesawat. Ibaratnya cuma bisa menghemat setengah jam dalam waktu rentang satu hari.

Kesimpulannya adalah tidak usah takut akan mitos-mitos pengisian smartphone. Dulu mungkin iya, tapi sekarang sudah tidak berlaku lagi. Teknologi yang digunakan smartphone pada saat ini sudah canggih, baik itu OS maupun hardware-nya.

Namun, tetap berhati-hati. Jangan terlalu berlebihan menggunakan alat pintar ini. Pastikan kamu menggunakan charger bawaan atau charger pihak ketiga yang berkualitas.

Advertisements