Berapa lama biasanya kamu mandi? Apakah kamu tipe orang yang mandi cepat atau mandi lama? Selama ini, masyarakat awam percaya bahwa mandi lama berarti lebih bersih. Sementara, orang yang mandi cepat sering disebut jorok atau mandi tidak bersih. Benarkah demikian? Inilah kata para ahli.

Berapa lama rata-rata seseorang mandi?

Mandi di sini maksudnya hanya membasuh dan menyabuni tubuh saja, tanpa menghitung waktu yang dihabiskan untuk berpakaian, sikat gigi, atau buang air kecil. Menurut sebuah survei yang dilakukan Unilever kepada lebih dari 100 rumah tangga, rata-rata orang menghabiskan waktu 8 menit hanya untuk mandi. Survei lainnya mencatat hasil yang berbeda-beda, dari 5 sampai dengan 10 menit.

Mana yang lebih bersih: mandi cepat atau mandi lama?

Sudah saatnya untuk meninggalkan teori bahwa mandi lama itu berarti lebih bersih. Para dokter spesialis dermatologi (kulit) sepakat bahwa mandi cepat, yaitu 5 menit atau kurang dari itu, sebenarnya sudah bisa membersihkan seluruh kotoran, minyak, dan bakteri yang menempel pada tubuh kamu.

Dr. Stephen Shumack yang menjabat sebagai Kepala Australasian College of Dermatologist menjelaskan bahwa mandi cepat sudah cukup ampuh untuk mengusir bau badan, keringat, dan minyak yang berlebih pada permukaan kulit, karena bagian tubuh yang menghasilkan bau tidak sedap hanyalah ketiak dan selangkangan, bukan seluruh tubuh kamu.

Kalau dilihat dari sisi kebersihannya, mandi cepat bisa membersihkan tubuh kamu. Tidak banyak yang tahu kalau pada permukaan kulit kamu terdapat bakteri baik dan bakteri jahat dalam kadar yang seimbang. Bakteri baik bertugas untuk mencegah infeksi yang mungkin disebabkan oleh bakteri jahat. Karena, pada dasarnya tubuh kamu sudah mempunyai sistem khusus untuk membersihkan serta melindungi diri.

Tidak perlu sabun antibakteri atau air bergalon-galon untuk membersihkan kulit. Area yang perlu dibersihkan dengan menyeluruh hanyalah ketiak, selangkang, dan bokong. Ini karena bagian-bagian tubuh tersebut memiliki kelenjar keringat lebih banyak daripada bagian tubuh lainnya. Maka, bakteri jahat pun akan lebih mudah berkembang biak.

Apa efeknya bagi kesehatan kalau mandi terlalu lama?

Kamu mungkin sudah terbiasa untuk mandi terlalu lama. Akan tetapi, ingat bahwa mandi terlalu lama justru berdampak buruk bagi kesehatan. Menurut Dr. Stephen Shumack, mandi terlalu lama bisa mengangkat minyak alami yang bertugas untuk melindungi jaringan-jaringan kulit.

Tubuh tidak mungkin memproduksi minyak jika tidak ada tujuannya. Jadi, kalau minyak alami pada kulit kamu hilang, kulit malah akan menjadi lebih rentan terhadap virus, bakteri, dan berbagai masalah kulit seperti eksim, gatal-gatal, dan kulit kering.

Selain itu, mandi terlalu lama juga akan mengacaukan keseimbangan kadar bakteri pada permukaan kulit. Sabun antibakteri yang kamu gunakan mungkin akan membunuh bakteri baik. Ini karena sabun tidak bisa membedakan mana bakteri baik dan mana yang jahay. Akibatnya, bakteri jahat pun akan semakin berkoloni pada permukaan kulit kamu.

Hal ini berisiko menyebabkan infeksi ragi (jamur) yang ditandai dengan kulit terasa gatal. Oleh sebab itu, sebaiknya hindarilah mandi lebih dari 5 menit.

 

Advertisements