Seorang fotografer melakukan perjalanan yang berani ke sebuah kota terdingin di dunia, yang hanya dihuni oleh 500 orang, untuk mengetahui bagaimana mereka bisa bertahan hidup di sana.

Fotografer tersebut melakukan perjalanan ke sebuah desa kecil di Oymyakon, yang terletak di wilayah tundra Siberia.

Oymyakon adalah ibu kota sebuah distrik, yang terletak di Negara Bagian Sakha (Yakutia), Rusia, yang diyakini sebagai tempat terdingin yang dihuni oleh manusia di bumi ini.

Suhu udara di sana secara teratur berada pada minus (-) 50 derajat Celsius dan menjadikan wilayah itu sebagai tempat terdingin di dunia.

Sekarang, ketika musim dingin semakin mendekat, 500 warga yang menetap di wilayah itu harus mengatasi kondisi sulit itu setiap hari dengan cara-cara yang ekstrim.

16.jpg

Amos Chapple, fotografer asal Selandia Baru, telah bertolak ke desa terpencil di Siberia, Rusia, itu dan menetap di sana selama 2 hari untuk mengetahui bagaimana warga tundra Siberia itu bisa bertahan.

“Saya mengenakan celana tipis ketika saya pertama kali melangkah ke luar rumah dengan suhu minus (-) 47 derajat Celcius,” katanya.

“Saya ingat, saya merasa secara fisik suhu dingin mencengkram kaki saya,” kata Chapple.

“Kejutan lain adalah kadang-kadang air liur saya terasa membeku menjadi jarum yang akan menusuk bibir saya,” katanya.

Selama kunjungannya, Chapple berhasil mendokumentasikan bagaimana warga mengatasi suhu beku yang ekstrim dari hari ke hari.

Setiap hari, barang-barang apa saja di sana berada di bawah ancamam pembekuan konstan.

Tanah tertutup es dan salju tebal, yang membuat hanya sedikit air yang mengalir ke dalam rumah.

Akibatnya, sebagian besar kamar mandi dan toilet tidak bisa berfungsi. Orang-orang bergerak dengan mengenakan pakaian serba hangat. Rumah, jalan, dan kendaraan tertutup es.

Sebelum pemakaman, penduduk setempat harus menyalakan api unggun untuk menggemburkan tanah menjelang pemakaman.

Desa ini telah mencatat suhu terendah, yakni mencapai 71,2 Celcius di bawah nol atau minus (-) 71,2 derajat Celcius pada tahun 1924.

Advertisements