Siapa yang tidak tahu kopi? Minuman ini selalu bisa menghadirkan melakoni tersendiri bagi siapa saja, terutama bagu para pecinta puisi dan diksi. Kopi seolah memiliki sihir tersendiri untuk memunculkan berbagai ide kreatif dan inspirasi. Itulah mengapa tidak heran kalau hingga kini, banyak orang menjadi pecandu kopi.

Serupa dengan wine yang memiliki beragam rasa dan kelas, kopi juga memiliki rasa dan kastanya masing-masing. Banyak sekali jenis kopi yang ada di dunia, tetapi sayangnya tidak semua orang tahu, kopi mana yang memiliki kualitas baik dengan rasa yang lezat.

Inilah 10 kopi terbaik di dunia:

1. Tanzania Peaberry Coffee

18.jpg

Tanzania Peaberry adalah kopi terbaik di dunia yang tumbuh di Gunung Semeru dan Gunung Kilimanjaro. Tanzania Peaberry adalah kopi dengan tekstur yang sedikit kental dan beraroma buah. Rasa dari kopi ini sangat kaya, campuran dari rasa kismis, coklat, pahit kopi dan saat ditelan, akan meninggalkan rasa manis.

Berbeda dengan biji kopi lain yang umunya memiliki 2 biji kopi, tanzania peaberry berasal dari buah yang terdiri dari satu biji kopi. Biasanya sebanyak 1% sampai 9% tanaman kopi, terdiri dari biji kopi peaberry, yang sering dipisahkan dari biji kopi lainnya dan dijual dengan harga premium, karena karakteristik dan tingkatan rasa yang khas.

2. Hawaii Kona Coffee

19.jpg

Hawaii Kona adalah kopi arabika yang dibudidayakan di lereng Hualalai dan Mauna Loa, yang terletak di Pulau Hawaii. Hawaii Kona Coffee adalah salah satu kopi termahal di dunia. Kopi jenis ini hidup di kondisi cuaca dimana pagi hari matahari bersinar cerah, sore yang berawan, berangin, hujan ringan, dan malam yang tenang.

Kopi terenak di dunia ini tumbuh di tanah vulkanik yang kaya akan mineral. Hawaii Kona dikenal dengan rasa yang kaya namun bertekstur ringan dengan aroma yang khas.

3. Java Arabica Coffee

20.jpg

Kopi ini adalah kopi terbaik yang berasal dari Indonesia. Java Arabica adalah kopi yang tumbuh di tanah Jawa, tepatnya di Kawah Ijen, di sisi timur kompleks gunung berapi dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut.

Java Arabica memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis kopi Indonesia lainnya. Kopi ini memiliki perpaduan rasa pedas, tetapi pada saat ditelan, dia akan meninggalkan rasa manis yang lembut. Kualitas Java Arabica sebagai salah satu kopi terbaik di dunia juga dikarenakan sejak abad ke-18, di Pulau Jawa sudah berdiri perkebunan kopi terbesar yang didirikan oleh pemerintahan Belanda.

4. Sumatera Lintong Coffee

21.jpg

Sumatera Lintong tumbuh di Kabupaten Lintong Nihuta, di selatan-barat dari Danau Toba. Ini merupakan area perkebunan kopi dataran tinggi yang terkenal dengan keanekaragaman pohon pakis.

Daerah ini menghasilkan 15.000 sampai dengan 18.000 ton arabika per tahun. Kopi Sumatera Lintong ini juga merupakan kopi yang terkenal di dunia yang dikemas dengan perpaduan rasa pedas dan rempah-rempah. Kopi Sumatera Lintong yang berkualitas baik berbeda dengan kopi yang pada umumnya, dia memiliki keasaman yang lebih segar.

 5. Sulawesi Toraja Coffee

22.jpg

Sulawesi Toraja merupakan kopi multidimensi yang tumbuh di dataran tinggi tenggara Pulau Sulawesi, tepatnya di daerah Toraja. Toraja dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi Arabika terbaik di dunia. Sulawesi Toraja memiliki tekstur kopi yang kental, saat diseduh dengan air panas, bubuk kopi ini akan langsung mengendap di bawah cangkir.

Kopi ini memiliki keseimbangan antara rasa coklat hitam dan buah. Saat kamu menyeduh kopi ini dan menikmatinya tanpa gula, rasanya bukan pahit seperti pada umumnya, melainkan gurih dan segar.

6. Mocha Java Coffee

23.jpg

Mocha Java adalah kopi yang merupakan percampuran antara Arabian (Yemen) Mocha dan kopi Java Arabica Indonesia. Kopi ini disebut sebagai kopi campuran tertua di dunia, yang menggabungkan 2 kopi premium dengan karakteristik yang saling melengkapi. Di Indonesia sendiri, kopi ini tumbuh di daerah perbukitan lereng Menoreh. Mocha Java terdiri dari 2 jenis, yaitu Mocha Java Single dan Mocha Java Double dengan proses produksi yang berbeda.

7. Ethiopian Harrar Coffee

24.jpg

Ethiopian Harrar memiliki rasa pedas dan aroma yang harum. Salah satu kopi terbaik di dunia ini tumbuh di alam liar yang eksotis dan diproses secara alami. Ethiopian Harrar ditanam di lahan pertanian kecil di wilayah Oromia, Ethiopia Selatan, pada ketinggian antara 4.500 dan 6.300 kaki.

Kopi Harrar dikenal memiliki rasa keasaman wine dan buah dengan aroma harum Blackberry. Pada saat dinikmati, kopi ini akan meninggalkan rasa yang tajam di bibir dan lidah.

8. Jamaica Blue Mountain Coffee

25.jpg

Kopi ini tumbuh di distrik Jamaica’s Blue Mountain, kopi ini sering dideskripsikan sebagai kopi terenak di dunia yang memiliki nilai sempurna. Jamaica Blue Mountain adalah kopi ringan dengan rasa manis yang lembut dan memiliki aroma coklat.

Kopi ini memiliki tingkat keasaman yang fresh, tanpa rasa pahit sedikitpun. Biji kopi Jamaica Blue Mountain tumbuh pada ketinggian antara 3.000 sampai dengan 5.500 meter di atas permukaan laut. Kebanyakan dari biji kopi Jamaica Blue Mountain adalah biji utuh dalam satu buah kopi.

9. Kenya AA Coffee

26.jpg

Kopi Kenya AA ditanam pada ketinggian lebih dari 6.600 meter di atas permukaan laut, tepatnya di dataran tinggi Kenya. Dataran tinggi Kenya menghasilkan biji kopi dengan rasa kuat dan tingkat keasaman yang menyegarkan.

Kopi Kenya AA memiliki perpaduan aroma bunga dan wine. Kopi ini disebut sebagai salah satu kopi favorit di berbagai restoran dunia. Setelah ditelan, kopi ini akan meninggalkan rasa jeruk dan berry yang fresh di lidah.

10. Guatemala Antigua Coffee

27.jpg

Kopi Guatemalam Antigua tumbuh di dataran dengan ketinggian lebih dari 4.600 meter di atas permukaan laut. Kelas dari biji kopi Guatemala Antigua yang dikenal sebagai Strictly Hard Bean dan termasuk dalam varietas kopi Arabia Catuai, Arabica Caturra, dan Arabica Bourbon.

Antigua menujukkan kualitas kopi Guatemala khas dengan rasa pedas dan tekstur yang lembut. Kopi ini adalah kopi premium luar biasa dimana saat kamu menyeduhnya, akan menghasilkan aroma yang menenangkan.

Advertisements