Kepolisian Thailand mengumumkan, bahwa mereka berhasil membongkar plot pembunuhan terhadap Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha. Rencana pembunuhan itu diketahui setelah aparat kepolisian mengungkap tempat persembunyian senjata milik seorang aktivis anti-junta yang sedang buron.

Ini merupakan penemuan senjata milik gerakan kaus merah terbaru, yaitu sebuah kelompok politik yang loyal kepada mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.

Polisi pada Sabtu (18/3) lalu, meneumkan puluhan senapan dan granat bersama dengan ribuan amunisi di sebuah rumah milik pemimpin kaus merah, Wuthipong Kochathamakun. Yang bersangkutan telah menjadi buronan polisi sejak terjadinya kudeta militer.

Terkait penemuan senjata tersebut, polisi juga menangkap 9 orang.

“Kami menemukan senapan dengant eropong. Kami jamin ini bukan untuk menembak burung, malainkan untuk membunuh pemimpin negara,” ujar Kepala Kepolisian Thailand Jakthip Chaijinda.

Prayuth, yang sebelumnya merupakan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Thailand menggulingkan pemerintahan Yingluck Shinawatra pada tahun 2014 melalui sebuah kudeta militer. Yingluck merupakan adik dari Thaksin.

Pemerintahan junta militer menyatakan, pihaknya berhasil menemukan puluhan tempat persembunyian senjata milik kelompok yang setia kepada klan Shinawatra. Mereka menyimpulkan, persediaan senjata ini menunjukkan adanya pihak yang berusaha menciptakan instabilitas dan merebut kekuasaan.

Meski begitu, polisi tidak menunjukkan bukti lain dari dugaan plot pembunuhan terhadap Perdana Menteri Thailand. Jakthip hanya mengatakan, bahwa Wuthipong dan jaringannya sempat memprediksikan melalui sosial media, bahwa Perdana Menteri Chan-Ocha akan dibunuh.

Advertisements