Orang Jepang biasanya jarang tersenyum, kaku dan terlihat sering salah tingkah. Mengetahui ada apa di balik kebiasaan yang sering dilakukan mungkin dapat menyibak sedikit kemisteriusannya.

Kimono, Sumo, Sumpit, dan Sake adalah 4 hal yang selalu berkaitan dengan Jepang. Ke-4 hal itu juga banyak mempengaruhi cara hidup mereka.

 

Kimono

35.jpg

Baju tradisional ini ternyata bukan hanya sekedar penutup tubuh. Banyak falsafah hidup yang terkandung di dalamnya.Mengenakan kimono tidak boleh sembarangan. Ada aturan baku yang  harus diikuti. Tidah hanya itu, banyak hal unik yang dilakukan masyarakat berkaitan dengan hal-hal tersebut.

 

Sumpit

36.jpg

Sumpit tidak bisa dipisahkan dalam tata cara makan. Sebagian besar orang Jepang akan mematahkan sumpitnya menjadi 2 bagian setelah makan. Menurut adat, apabila sumpit tidak dipatahkan, mereka akan terserang suatu penyakit akibat makanan tersebut.

Namun, saat ini tradisi tersebut hanya dilakukan saat bersantap di restoran. Untuk bersantap di rumah, setiap anggota keluarga menyimpan sendiri sumpit masing-masing. Bertukar sumpit tabu dilakukan karena dapat dianggap membawa siap.

37.jpg

Budaya yang dipengaruhi agama Buddha juga mempengaruhi pentingnya benda ini. Masyarakat Jepang selalu menyediakan semacam sesaji untuk arwah kerabatnya yang berbentuk semangkuk nasi dengan sepasang sumpit yang tertancap tegak lurus di tengah nasi. Sepintas benda ini akan berbentuk seperti kuburan dengan sumpit sebagai nisannya.

 

Sumo

38.jpg

Kita mungkin akan bertanya, kenapa pemain Sumo selalu berbadan gemuk dan besar. Memang, syarat utama pemain sumo adalah laki-laki dengan struktur tulang yang besar, dan mampu dan mau menambah berat badannya.

Tidak semua pemain sumo berbadan besar sejak kecil. Malah, banyak yang menjadi besar dan gendut setelah masuk pelatihan khusus. Ketika seseorang sudah diterima sebagai pemain sumo, dia harus mampu menjaga kebesaran badannya.

Banyak anak muda yang bercita-cita menjadi seorang pemain sumo. Hal ini dapat dimengerti, karena seorang juara sumo mendapat tempat istimewa dalam masyarakat. Setiap pemain dianggap dewa di daerah asalnya.

Dua orang petarung dianggap mewakili Dewa Gunung ( Yamasachichiko ) dan Dewa Lautan ( Umisachichiko ). Sebagai juara, dia berhak memperoleh fasilitas mobil lengkap dengan bahan bakarnya selama setahun penuh ( bensin sangat mahal di Jepang ).

Dia juga berhak memperoleh seribu jamur shiitake dan seekor sapi setiap kali makan. Selain itu, dia juga berhak mengkomsumsi minuman cola sesuka hatinya.

Sake

39.jpg

Minuman tradisional ini harus diminum dalam cangkir yang kecil. Hal ini berkaitan dengan tradisi Jepang Kuno. Nenek moyang mereka selalu makan dengan tempat yang terbuat dari kulit kerang besar. Sedangkan kulit kerang kecil digunakan sebagai cawan air.

Maka, saat ini minuman harus selalu ditempatkan di wadah kecil. Sedangkan makanan dalam wadah yang lebih besar. Setiap orang yang hendak minum, harus menuangkannya untuk temannya terlebih dahulu. Pada acara minum, pantang menuangkannya untuk diri sendiri.

Mabuk setelah minum sake adalah hal yang wajar, apalagi minuman dengan kadar alkohol tinggi ini ( sekitar 20% ) harus selalu hadir dalam setiap acara. Sejak remaja, mereka sudah boleh minum sake, namun tentu saja hanya satu atau 2 cangkir.

Sake selalu disajikan dalam 3 kategori. Dari biasa sampai dengan yang spesial. Jenis sake yang paling biasa disebut nikyu, kualitas yang di atasnya disebut ikkyu, sedangkan yang spesial disebut tokkyu.

Untuk acara seperti pernikahan, perayaan karena promosi jabatan atau hanya sekedar makan malam romantis tentu saja harus sake spesial. Tingginya kadar alkohol di dalam sake membuat kesan bahwa orang Jepang suka sekali mabuk. Selain sake, mereka juga suka minum whisky dan bir.

Selain ke-4 hal di atas, banyak tradisi lain yang menarik. Saling bertukar kartu nama seperti yang sering kita lakukan saat bertemu kenalan baru, dipercaya berasal dari Jepang.

Oleh karena itu, kartu nama adalah hal yang paling penting seperti halnya telepon genggam. Sebagian besar perusahaan Jepang mencetak kartu nama karyawannya dengan kertas dan bentuk yang menarik. Semakin bagus kartu namanya, semakin bergengsi perusahaannya.

Advertisements