Negara Jepang memang terkenal dengan kuliner seafoodnya yang cenderung tanpa bumbu dan disajikan setengah matang bahkan tidak jarang masih dalam keadaan mentah. Sushi, Sashimi, Nigiri? Itu sudah biasa!

Berikut ini adalah makanan-makanan ekstrim Jepang dan masih jarang diketahui oleh khalayak ramai. Bayangkan saja, tidak hanya ikan yang sudah biasa menjadi menu lazimnya, tetapi mulai dari reptil, amfibi, hingga serangga. Selengkapnya di bawah ini:

 

1. Sanshuo ( Kadal Panggang )

22.jpg

Sanshuo adalah makanan yang dibuat dari Salamander atau sejenis kadal dengan ekor panjang dan tubuh yang lebih ramping daripada jenis kadal kebanyakan. Pada abad ke-17 dulu, menyajikan Salamander berukuran besar adalah hal yang wajar, namun jika disajikan pada masa sekarang, anda bisa dipenjara karena Salamander sudah ditetapkan sebagai spesies yang langka.

Namun, yang dimasak dan disajikan saat ini adalah salamander dari jenis yang tidak langka, jadi anda tidak perlu khawatir. Makanan ini disajikan dengan dipanggang dan diberi saus manis. Menurut mereka yang pernah mencobanya, rasanya seperti burung, ayam bakar atau penyu.

9. Kusaya ( Ikan yang Diawetkan )

23

Hidangan yang 1 ini penampilannya tidak seseram hidangan-hidangan lain dalam ulasan 10 Makanan Ekstrim Jepang kali ini. Namun, anda jangan tertipu dengan penampilan luarnya saja, karena rasanya sunguh jauh dari kata “normal”. Kusaya dibuat dari ikan yang diawetkan dalam air garam dan dipanaskan di bawah sinar matahari selama bertahun-tahun lamanya.

Bahkan, makanan ini sering disebut sebagai makanan yang memiliki rasa seperti “aroma pelabuhan yang bercampur dengan bau kaus kaki”. Tidak masalah jika anda tidak tahan dengan rasanya, namun pastikan anda tidak terlalu banyak bicara setelah menyantap stink fish ini, atau lebih bagusnya anda menggunakan masker agar teman yang anda ajak bicara tidak terganggu atau bahkan pingsan setelah menghirup baunya.

3. Hachinoko ( Larva Lebah )

24

Hachinoko adalah larva lebah yang cukup terkenal di China dan Jepang. Penyajiannya cukup sederhana, dengan bumbu khas teriyaki yang sangat manis, digoreng dengan garam dan merica, atau ditumis dengan mentega dan saus, lalu disantap dengan semangkuk nasi hangat.

Rasanya yang sangat lezat, perpaduan gurih dan manis. Meski kelihatan sangat menyeramkan dan tidak menarik, tapi jangan salah, makanan ini kaya akan gizi. Rasanya akan lebih lezar jika disajikan bersama sake Nagano.

4. Zazamushi ( Larva Serangga Air )

25

Sepertinya, masyarakat Jepang memang suka sekali dengan larva. Selain larva lebah (Hachinoko), ada juga Zazamushi, yakni sejenis larva serangga yang hidup di dasar sungai. Makanan ini tersedia luas dan dapat diperoleh dengan mudah di Jepang, baik dalam kemasan kalengan ataupun di restoran.

5. Inago ( Belalang Rebus )

26

Pada zaman dahulu, belalang dipercaya memiliki nutrisi yang sangat penting bagi mereka yang sedang melakukan diet.. Kini, Inago menjadi salah satu makanan ekstrim yang digandrungi di Jepang.

Penyajiannya sangatlah sederhana, yaitu belalang rebus (Inago), kecap manis (Tsukudani), dan bumbu-bumbu khusus Jepang. Jika di beberapa tempat di Indonesia masih dijual belalang goreng dalam kemasan, maka di Jepang juga punya olahan makanan dari belalang versi mereka. Inago no Tsukudani lah namanya.

Makanan ini populer di kawasan pedesaan daerah Yamagata dan Gunma.

6. Ikizukuri ( Makanan Yang Disajikan Hidup-Hidup )

27

Ada beberapa jenis ikizukuri yang disajikan dan dimakan hidup-hidup, antara lain odori ebo yang terbuat dari udang, dari gurita dan beberapa jenis lainnya yang terbuat dari ikan. Hidangan yang satu ini memiliki ciri yang sangat khusus, yaitu dengan menonjolkan rasa otentik yang segar dan alami.

Makanan ini disajikan dengan sepiring nasi yang dilumuri dengan saus ringan dan sayur-sayuran seperti jahe dan rumput laut. Beberapa orang menganggap bahwa makanan ini sangatlah sadis dan kejam, karena ikan atau jenis hidangan khas ikizukuri lain disajikan dengan kondisi tubuh yang sudah teriris tipis-tipis namun ikan itu masih dalam kondisi hidup dan masih berjuang untuk bertahan di atas piring saji tersebut.

7. Habushu ( Racun Ular Beralkohol )

28

Habushu memiliki arti ‘bisa ular’ dan memang terlihat persis seperti kemasannya. Ular asli yang dimasukkan ke dalam botol atau gelas kaca ini mengingatkan kita tentang pelajaran biologi dimana gelas-gelas kaca berisi hewan yang dikeraskan dan diawetkan untuk keperluan ilmu pengetahuan.

Tapi itu bukanlah untuk pelajaran, namun untuk dimakan. Habushu terdiri dari minuman keras dan tubuh ular yang sudah mati. Ular yang digunakan pun adalah jenis ular yang berbisa. Meskpun begitu, hidangan ini tidak berbahaya. Rasanya seperti daging ular bercampur alkohol, hampir mirip seperti Novocaine dan memiliki efek yang sama di perut.

Tidak perlu khawatir untuk memakannya, karena racun ular tersebut hanya berbahaya jika masuk ke dalam jaringan darah saat ular menggigit, dan tidak berbahaya jika dimakan dan ditelan.

8. Fugu ( Ikan Gembung Beracun )

29

Masyarakat Jepang sudah menikmati ikan Fugu selama berabad-abad, yang berarti mereka telah menemukan cara untuk menaklukkan dan memakan ikan beracun itu. Fugu dihidangkan dengan sangat hati-hati karena jika salah olah, makanan ini bisa mematikan bagi mereka yang memakannya. Racun tertrodotoxin yang terkandung dalam hati, ovarium, dan kulitnya adalah sumber utama yang membuat ikan ini menjadi beracun.

Hanya chef-chef yang bersertifikat khusus yang boleh  menyajikannya. Hal ini wajar saja, karena jika Fugu yang dimakan masih mengandung racun, penikmatnya akan tewas seketika karena syaraf-syaraf ototnya keracunan.

Ada beberapa jenis ikan yang bisa dipilih untuk menu ini, yakni Tiger BlowFish ( T. Rubrifies ), T. Pardalis, T. Vermicularis, dan T. Porphyreus. Ikan ini termasuk dilindungi dengan diterapkannya beberapa aturan dalam memancing demi menjaga populasi ikan Fugu ini. Musim semi adalah waktu yang tepat untuk memancing Fugu, namun pada musim gugur dan musim dingin, harga ikan Fugu melambung naik menjadi lebih mahal daripada musim semi.

9. Odori Don ( Cumi Menari )

30

Odori don terbuat dari cumi-cumi segar tanpa kepala yang tentakel-tentakelnya terkadang masih bergerak dan terkesan menari-nari di atas mangkuk. Bagaimana cumi tanpa kepala masih bisa hidp dan berlenggak di piring atau mangkuk sajinya? Ini disebabkan karena kandungan garam yang sangat tinggi dalam saus kecapnya yang bereaksi pada ion sel di tiap tentakelnya.

Hal ini menyebabkan perbedaan tegangan dan membuatnya terlihat seperti hidup dan bergerak-gerak. Untuk menyiapkannya, badan cumi dibuang terlebih dahulu, dan yang disajikan hanyalah kepala dan tentakel di atas semangkuk nasi. Badan cuminya ditambahkan untuk penyedap rasa.

10. Shirako ( Kantung Sperma Ikan )

31

Dilihat dari warna merah muda pucat dan bentuk panjangnya, sepintas terlihat seperti usus sapi. Namun tidak, ini bukanlah susu sapi. Makanan merah muda berbentuk panjang dan bertekstur kenyal ini adalah Shirako, yang ternyata adalah alat kelamin ikan disajikan bersama dengan kantung spermanya. Shirako menjadi hidangan yang paling terkenal di pub-pub dan sushi bar di Jepang.

Advertisements