Tisu toilet umum di China sering digondol maling. Mungkin saking kesalnya, pemerintah setempat akhirnya turun tangan dan menghadirkan teknologi pengenal wajah di sejumlah toilet umum tersibuk di Beijing.

Jadi, nantinya semua orang yang menggunakan toilet umum di Tiantan Park, Beijing hanya diperbolehkan mengambil tisu toilet sepanjang 60cm, setelah wajah mereka terdaftar dalam mesin pemindai wajah. Setelah itu, software secara otomatis akan menolak untuk mengeluarkan tisu kepada orang yang sama dalam waktu 9 menit dari pemindaian yang pertama.

Langkah ini terpaksa dilakukan karena otoritas setempat menemukan adanya kejanggalan di fasilitas toilet umum, termasuk di Tiantan Park. Menurut laporan, beberapa warga yang menggunakan toilet umum, berusaha untuk mencuri tisu dan membawanya pulang untuk penggunaan di rumah.

“Beberapa orang masih tidak memiliki adab dalam menggunakan tisu toilet. Sejumlah orang mengambil banyak tisu toilet dari yang dibutuhkan dan terkadang membawa pulang sampai 1 roll,” tutur CRI (China Radio International), Selasa 21 Maret 2017.

Meski masih dalam sebatas uji coba, penggunaan dispenser tisu toilet yang dilengkapi dengan kamera pengenal wajah itu terbukti ampuh. Menurut CRI, penggunaan tisu toilet di salah satu toilet umum di taman di Beijing itu menurun, dari yang tadinya 20 gulungan menjadi 4 gulungan dalam 3 hari.

Kasus ini pun menjadi perbincangan di media sosial asal China, Weibo. Beberapa orang ada yang tidak percaya bahwa sejumlah orang sampai tega merampok tisu toilet yang notabene disiapkan sebagai fasilitas umum.

“Aku tidak percaya, orang yang mencuri tisu toilet mampu tinggal di sebuah apartemen yang bernilai jutaan Yuan.” Rencananya uji coba itu akan berlangsung selama 2 minggu.

Advertisements